Petualangan karier 11 tahun Hariono bersama Persib Bandung akhirnya usai. Gelandang 36 tahun itu mengakhiri kiprahnya bersama klub berjulukan Maung Bandung
itu dalam laga pekan ke-34 Liga 1 2019, menghadapi PSM Makassar. Laga Persib vs PSM berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (22/12/2019).
Dalam laga itu, Hariono tidak dimainkan sejak awal. Dia baru masuk ke lapangan pada menit ke-52, menggantikan Ghozali Siregar.\
       Seketika Hariono masuk ke lapangan, riuh tepuk tangan bobotoh menyambut. Nyanyian yang mengumandangkan nama Hariono pun membahana di Stadion Si Jalak Harupat.
Supardi Nasir, kapten tim Persib, berlari ke pinggir lapangan menghampiri Hariono dan langsung memberikan ban kapten kepada dia. Hariono mampu mencetak gol melalui
titik putih. Gol yang dibukukan pada menit ke-67 itu membawa Persib unggul 3-1 atas PSM. Itu adalah gol pertama Hariono bersama Persib pada ajang resmi. Total,
selama 11 tahun kariernya bersama Persib, Hariono telah membukukan dua gol.

       Seusai laga, seremoni resmi pun digelar untuk melepas Hariono, sang legenda. Guard of honour diberikan para pemain, pelatih, dan jajaran manajemen Persib
untuk Hariono.Bobotoh pun terus menyerukan nama Hariono. Tidak sedikit dari mereka yang menitikan air mata. Tidak hanya bobotoh, sebagian besar pemain seperti Supardi,
I Made Wirawan, hingga Achmad Jufriyanto pun terlihat emosional dengan perpisahan tersebut. "Saya ucapkan terima kasih kepada manajemen atas kepercayaannya kepada saya
selama ini. Terima kasih pelatih dan teman-teman pemain semua. Khusus bobotoh, baik yang datang maupun tidak, saya ucapkan terima kasih banyak. Tanpa kalian saya
bukan apa-apa," kata Hariono.

"Saya sebenarnya ingin pensiun di Persib. Tetapi pelatih tidak ingin saya di sini. Saya mengalah, dan pergi dari tim ini. Apalah arti nama demi lambang di dada,"
ucap Hariono. Selama 11 tahun kariernya di Persib, Hariono sudah mempersembahkan empat gelar juara. Paling prestisius tentunya gelar juara Liga Super Indonesia (LSI) 2014.

"Ketika saya masuk sini, Hariono sudah menjadi legenda di sini, jadi kebersamaan bersama Hariono sangat erat. Ya, kami pernah terpuruk, kami pernah dipuja, semuanya
pernah kami rasakan," kata Supardi. "Saya mengenal beliau sosok yang baik, orangnya respek ke pemain dan ke teman-temannya, dan yang paling penting dia pendiam,
enggak banyak omong," ucap dia.

( sumber : kompas.com )

Share this article