Harga rokok pun memang mulai naik, bahkan sudah bertahap meroket sejak bulan Desember.
Salah satu pemilik warung, Hani juga sudah menaikkan harga rokok di warungnya.

"Iya emang naik, udah sebulan naik pelan-pelan. Tapi ini masih pakai harga dua hari lalu saya
belanja, mungkin kalau belanja mulai hari ini naik lagi kali kalau katanya cukai naik," ujar Hani
saat ditemui di warungnya, Tangerang Selatan, Rabu (1/1/2020).

Hal sama disampaikan Bahman. Paling tinggi adalah rokok Marlboro yang sebelumnya Rp 25 ribu kini
mau menyentuh Rp 30 ribu.

"Rokok Marlboro paling tinggi biasa jual Rp 23 ribu, mahal-mahalnya Rp 25 ribu lah. Ini udah
Rp 27-28 ribu, kalau saya belanja sekarang bisa Rp 30 ribu lebih kali saya jual," ungkap Bahman.

      Kenaikan cukai rokok sendiri dilandaskan oleh keinginan pemerintah untuk menurunkan angka perokok.
Lantas, kalau harga sudah naik seperti ini apakah para 'ahli hisap' bakal berhenti merokok?
Kalau dari sisi penjualan, menurut Bahman dan Hani yang memiliki warung, rokok tetap laku dibeli.
Padahal, para pembelinya pun sudah terus-terusan mengeluh kemahalan setiap beli rokok.

      Menurut Usman, seorang driver ojek online rokok tetap akan dibelinya. Meskipun, dia mengaku kaget
dengan adanya kenaikan harga rokok. Usman sendiri bisa menghabiskan dua bungkus rokok
Sampoerna Mild dalam sehari.

"Kaget juga saya ternyata cukai naik hari ini. Pantesan kok kayaknya beli rokok dari kemarin
mahal amat, gawat nih rokok mah penting buat saya, berasa juga sih kalau naik, sehari aja bisa
Rp 40 ribuan saya beli rokok sekarang, kalau naik makin berasa," kata Usman.


( Sumber : detik.com )

Share this article