Kabupaten Cianjur menjadi salahsatu dari 11 daerah di Jabar yang tidak
memiliki bioskop. Namun sebenarnya pada Desember 2017 lalu, Cianjur hampir
memiliki bioskop di kawasan Ciloto Kecamatan Cipanas. Sayangnya,
baru beberapa jam buka, bioskop itu kembali ditutup karena adanya desakan
sejumlah kelompok.

Mulanya pembukaan bioskop yang memiliki dua studio itu berjalan lancar,
tetapi tidak lama setelah diresmikan oleh orang kedua di Jabar itu, ratusan
orang dari organisasi masyarakat melakukan aksi dan mendesak penutupan bioskop.
Ada beberapa poin yang membuat massa mendesak penutupan, di antaranya
persoalan izin, terlalu dekatnya bioskop dengan tempat ibadah, hingga warna cat
bioskop yang diduga melambangkan LGBT.

"Padahal soal izin kami sudah lengkap, tidak ada yang dilanggar. Apalagi terkait
dugaan-dugaan yang dilontarkan massa aksi saat itu," ungkap owner Dee Cinema,
Dheeraj Kalwani saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (15/1/2020).

Desakan massa aksi saat itu ternyata memaksa pihak pengelola dan owner bioskop
menutup dan menghentikan aktivitas. Bahkan penghentian itu dilakukan saat
pengunjung bioskop menonton film.
Padahal, bioskop tersebut baru buka beberapa jam usai diresmikan Deddy Mizwar
dan dihadiri pemain AADC.

"Kemudian staff management saya menjaga agar tidak terjadi apa apa , mereka
bubarkan penonton . Penonton ada yang nangis Pak, sedih bioskop didemo minta
bubar," terang Dheeraj.

Dia pun menyayangkan sikap Pemkab Cianjur yang malah mengakomodir desakan dari
massa kalau itu yang membuat investor menutup usahanya.


( sumber : detik.com )

Share this article