Jakarta - Jajaran Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan dengan modus penyewaan apartemen. Mirisnya, penipuan
ini diotaki oleh seorang narapidana berinisial F yang sedang menjalani hukuman di Lapas Tangerang.

F melibatkan istrinya berinisial D dan kakak kandungnya berinisial E untuk memuluskan bisnis tipu-tipu ini. Dalam waktu
dua bulan melakukan penipuan modus penyewaan apartemen, komplotan ini berhasil meraup keuntungan hingga ratusan juta
rupiah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menerangkan, awalnya F membuat sebuah iklan di situs jual beli online.
F mencantumkan daftar harga dari lima unit apartemen yang ditawarkan, berikut nomer telepon yang bisa dihubungi.

Pelaku mengklaim memiliki lima unit apartemen di lokasi berbeda di daerah DKI Jakarta, antara lain Apartemen Bassura,
Apartemen Mediterania, Apartemen Green Pramuka, dan Apartemen Kebagusan City.

“Pelaku sekaligus aotaknya F menawarkan lewat aplikasi OLX. F punya kaki-tangan di masing-masing apartemen yang disebutkan tadi yang digaji Rp 200 ribu atau Rp 100 ribu per hari,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (11/2/2020).

Yusri mengatakan, apartemen itu bukanlah milik F. Dia menerangkan, F hanya menyewa ke pengelola dalam jangka waktu satu
minggu. Tapi oleh F, apartemen itu disewakan kembali ke orang lain dengan jangka waktu sebulan atau tahunan.

Yusri menyebut, apartemen itu disewakan Rp 39 juta per unit dalam jangka waktu setahun. “Ada 15 korban yang melapor
ke kami. Nilai kerugiannya satu korban rata-rata Rp 39 juta,” ucapnya.

Sumber Liputan6.com

Share this article