Jakarta- Generasi milenial punya posisi yang baik untuk menghasilkan kekayaan di tahun-tahun mendatang. Namun demikian
para generasi milenial harus benar-benar mulai mempersiapkan diri sejak dari sekarang untuk memiliki masa depan yang cerah.

Mengatur keuangan masih menjadi pekerjaan rumah bagi sebagian orang, terutama generasi milenial. Banyak faktor yang
membuat keuangan generasi milenial cenderung fluktuatif dan kadang bisa sangat 'kering'. Gaya hidup yang semakin beragam
tentu menjadi salah satu faktor paling berpengaruh.

Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan belasan motor gede (moge) dan empat mobil mewah yang terparkir di
gudang sebuah vila diduga milik mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi di Ciawi, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, tim penyidik tengah mendalami lebih lanjut kepemilikan belasan moge dan empat
mobil mewah yang diduga milik Nurhadi tersebut.

"Penyidik masih melakukan pendataan dan analisa terlebih dahulu terkait dengan seluruh barang atau motor dan mobil mewah
yang ditemukan tersebut," ujar Ali saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2020).

Ali mengatakan, belasan moge dan empat mobil mewah itu sudah disegel oleh tim penyidik KPK. Jika barang mewah tersebut
terbukti milik Nurhadi dan dihasilkan dari tindak pidana korupsi, maka akan disita untuk negara.

"Untuk selanjutnya nanti kemudian mengambil langkah hukum tentunya terkait dengan status dari barang-barang bergerak
yang ditemukan di villa yang diduga milik dari tersangka NH (Nurhadi) di Ciawi tersebut," kata Ali.

Nurhadi dijerat sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan
gratifikasi dengan nilai Rp 46 miliar.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat
Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Diketahui Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra
Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN.

Sumber Liputan6.com

 

 

Share this article