Lebak - - Akses jalan yang buruk dan jarak yang jauh mencapai 20 kilometer membuat seorang ibu bernama Sari (28)
melahirkan di tengah jalan yang dikelilingi hutan dan ladang pertanian warga Lebak. Videonya viral di media sosial
(medsos) sejak kemarin, Selasa 10 Maret 2020.

Ibu dua orang anak itu merupakan warga Kampung Pasir Sempur, RT 05 RW 01, Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Kabupaten
Lebak, Banten yang berniat melahirkan di Puskesmas yang ada di Kecamatan Cirinten. Namun nahas, ditengah jalan ban motor
yang ditumpanginya bocor karena kondisi jalanan yang berbatu.

"Iya betul (melahirkan di jalan), itu warga saya, namanya Ibu Sari. Mau ke puskesmas, jaraknya 20 kilometer. Jalanannya
masih batu, jelas jalanannya masih kondisi batu," kata Kepala Desa (Kades) Cibarani, Dulhani, saat dikonfirmasi melalui
sambungan selulernya, Rabu (11/03/2020).

Cirinten berlokasi dekat dengan perkampungan Suku Baduy Dalam. Aksesnya memang terbilang jauh dari pusat kota di
Kabupaten Lebak, Banten. Menurut Dulhani, saat itu suami Sari sedang berladang di hutan, Sari pun meminta tolong ke
saudaranya untuk diantarkan ke Puskesmas Cirinten yang jaraknya cukup jauh dengan kondisi jalanan tak mulus.

Sari pun tak sanggup lagi menahan mulas dan melahirkan anak keduanya seorang diri, ditemani oleh saudaranya di tengah
jalan. Dimana sekelilingnya berupa hutan dan ladang warga, "(Melahirkan) Anak kedua. (Diantar) Pakai motor, bannya betus
(bocor). Diantar sama sodaranya. Anak pertamanya perempuan, sekolah PAUD," terangnya.

Usai melahirkan seorang diri, melintas bidan dan beberapa pegawai Puskesmas kemudian membantu Sari. Ibu beserta bayinya
selanjutnya dibawa ke Puskesmas Cirinten untuk ditangani secara medis, seperti pemeriksaan kesehatan ibu dan bayi.

"Langsung dibawa ke puskesmas. Itu kebetulan mau kondangan, ke Pasir Gembong, bidan juga itu. Alhamdulillah sehat semua,
selamet," jelasnya.

Dulhani mengaku sudah berulang kali mengusulkan pembangunan jalan agar layak dilewati dan mempermudah akses warga
beraktivitas. Begitupun dengan Puskesmas Pembantu (Pustu), harapannya bisa dibangun dan disediakan tenaga medisnya. Namun
hingga kini, belum ada realisasi yang dilakukan oleh Pemkab Lebak. Dimana, Desa Cibarani berisikan empat Rukun Warga (RW)
dan 17 Rukun Tetangga (RT).

"Dari tahun 2010 sampai tiap tahun diusulkan, sampai sekarang belum ada tanggapan. Harapannya, jalanannya harus dipikirkan,
harus dibangun. Pokoknya saya mah ke Ibu Bupati segara bangun (Pustu) di Desa Cibarani. Layanan kesehatan dibutuhkan,
" ujarnya.

Sang bayi yang lahir itu akhirnya diberi nama 'Borojol' oleh orangtuanya, lantaran sang bayi lahir sendiri di tengah
perjalanan menuju Puskesmas yang berjarak 20 kilometer dari kampungnya.

Sumber Liputan6.com

Share this article