Print this page

Tertinggal satu gol di babak pertama, PSS Sleman langsung mengambil inisiatif untuk menekan sejak peluit kick-off babak kedua dibunyikan wasit.

Sama seperti babak pertama, PSS kembali mendapatkan kesemparan tendangan bebas dari sisi kiri pertahanan Persib saat babak kedua baru berjalan dua menit. Namun, kesempatan tersebut kali ini bisa dimentahkan barisan pertahanan Maung Bandung.

Di babak kedua, PSS Sleman lebih mendominasi permainan. Anak asuh Dejan Antonic tersebut sering membangun serangan lewat operan pendek kaki ke kaki.

Persib, sementara itu, lebih banyak menunggu untuk melakukan serangan balik lewat kedua sayapnya yang cepat, Febri Haryadi dan Esteban Vizcarra.

Kendati lebih mendominasi permainan, serangan yang dibangun PSS sering buntu ketika memasuki area sepertiga akhir pertahanan Persib.

Duet Nick Kuipers dan Victor Igbonefo beberapa kali berhasil mematahkan serangan PSS Sleman ketika memasuki area pertahanan Persib.

Persib, di sisi lain, juga demikian. Beberapa kali serangan lewat sayap Persib berhasil membuka pertahanan PSS. Namun, Esteban Vizcarra atau Febri Haryadi acap kehilangan momen saat hendak mengumpan ke kotak penalti sehingga peluang pun gagal tercipta.

Persib kemudian mengganti Febri Haryadi dengan Frets Butuan pada menit ke-70. Namun, masuknya Frets tidak banyak mengubah jalannya pertandingan.

Dedi Kusnandar juga dimasukan menggantikan Kim Kurniawan pada menit ke-57.

Zulham Zamrun pun dimasukan menggantikan Geoffrey Castillion pada menit ke-85.

Secara statistik, PSS jauh lebih mendominasi laga di babak kedua. Hal ini terlihat dari raihan shoot on target PSS yakni sebanyak 3 kali.

Persib, sementara itu, hanya berhasil menciptakan 1 kali shoot on target.

Hingga peluit akhir babak kedua dibunyikan wasit, kedudukan 2-1 untuk keunggulan Persib tak berubah.

Dengan hasil ini, Persib sukses merayakan hari jadinya yang ke-78 tahun dengan kemenangan.***

Sumber : Pikiran Rakyat

Share this article